Perjalanan dan Waktu

by Yg punya blog

senja telah terlelap

seiring langkah waktu melaju bisu

telaah garis-garis kehidupan

penuh kesemrautan warna diremang malam.

kumparan kehidupan

telah penuh polusi mengabu

panggung sandiwara dunia

tak usai gelar atraksi membosankan

.

konflik-konflik yang tak pernah usai

masih jua tak terang penyelesaian

hanya rencana-rencana basi yang mengurai

tuding menudingpun telah menjadi lagu lawas

.

tanpa pernah sadar akan diri masing-masing

keegoisan dijadikan raja disinggasana hati

menjadi gelombang berkuasa atas jiwa

kepintaran hanya untuk menjajah, membodohi

.

bangga diatas kejayaan korupsi

tak tuntas berantas koruptor

keadilan telah dibeli tak ada yang murni

pestapora diatas duka pertiwi

.

lihatlah,hujatan jiwa-jiwa lara gemakan dinding langit

lantunan do’a pilu getarkan ArsyNya

tangan kasihNya perlahan membalik seiring waktu

pertanda dan peringatan terabaikan

.

duka semesta semakin pilu

airmatanya kan bisa menjadi badai

kemarahannya kan porak-porandaan isi bumi

adakah yang sadar akan hal itu..? ya, hanya sesaat

.

pun saat malakut maut menghampiri

garangnya melebihi yang tak terbayangkan

apa yang bisa dipertanggungjawabkan

bila diri penuh balutan daki dan menjadi bangkai paling busuk

.

segala kemewahan yang wah tak ada lagi arti

segala keegoan yang bertahta tak lagi berfungsi

kan diambil kembali titipan olehNya

adakah yang pernah memikirkan itu..?

.

kita telah terlena dihiruk pikuk dan parahara dunia

kita lupa hidup hanya sementara dan hanya titipanNya

semuakan menjadi saksi diri setelah mati

ketika raga hanya berbalut kain putih

.

24:15

19112011

(Perjalanan dan waktu)

Sumber : http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2011/11/20/ketika-waktu-berbicara/