Pilih Harta atau Ibu?

by Yg punya blog

ridho ibuSuatu kali, aku berjalan mengiringi guruku, Habib Hamid bin Umar. Pada kesempatan itu, beliau membicarakan ihwal birrul walidain dengan panjang lebar. Kemudian beliau berkisah mengenai dua lelaki bersaudara dengan ibu mereka yang memiliki harta lumayan melimpah. Mereka berunding, kira-kira sang ibu yang kini menua akan tinggal bersama siapa. Salah satu dari mereka usul, “Begini saja. Ibu tinggal bersamamu. Sedang seluruh harta kubawa, atau sebaliknya. Mana yang kau pilih?” lelaki satunya dengan lugas menjawab, “Kamu bawa saja ibu. Sedang harta itu bersamaku.” Saudaranya menjawab, “Baiklah, terimakasih”

Usai sekian lama, lelaki yang membawa harta benda mengalami kebangkrutan hingga jatuh miskin, sedang lelaki yang merawat ibunya lambat laun menjadi kaya raya hingga mampu membeli seluruh harta ibunya yang diambil saudaranya. “Lihat, kini ibu beserta harta bersamaku. Sedang kamu, tak beribu dan tak berharta.” Selorohnya. Lihat dan camkan betapa agungnya berkah birrul walidain.

Bila kalian merasa durhaka kepada orang tua, sementara mereka telah meninggal dunia, kalian bisa menebusnya dengan menyambung tali kekerabatan mereka atau menganjangsanai sahabat-sahabat mereka. Bisa juga dengan bersedekah yang pahalanya diperuntukkan mereka, banyak-banyak beristighfar untuk mereka, dan menyesali perbuatan durhaka kalian dulu. Mudah-mudahan dengan semua itu kalian bisa dimaafkan oleh Allah SWT hingga dimasukkan dalam golongan orang-orang yang berbakti kepada orang tua.

Ayahandaku pernah berwasiat, “Anak-anakku. Yang kuberikan kepada kalian hanyalah niat yang baik. Aku tak pernah memukul atau menghardik kalian. Yang ditakdirkan baik, biarlah jadi baik. Tak pernah aku memerintahkan kalian, sekalipun untuk menuangkan air. Sebab aku takut dan iba, barangkali kalian akan enggan hingga bisa dinilai durhaka karenanya.”
Lihatlah bentuk rahmat dan kasih sayang para salaf kepada anak-anak mereka.

Perhatikan, bagaimana tarbiyah mereka memupuk pekerti anak-anak agar benih-benih durhaka tidak bersemi di hati mereka sejak dini. Baginda Rasul SAW bersabda, “Allah SWT merahmati seorang ayah yang membantu putranya berbakti.” Dari hadis ini kita bisa menarik simpul kesadaran, bahwa perlu pula bagi orang tua untuk menjaga sikap dan mendidik anak-anak agar mereka tidak durhaka. Toh durhaka itu akan berimbas pada dirinya sendiri.” Siapa menanam, dia menuai.

Sumber : http://www.forsansalaf.com/2009/menyemai-berkah-birrul-walidain/