Kesempatan

by Yg punya blog

night

Menemukan puisi yang kusuka di Kompasiana🙂
Malam ini, detik bertemunya simpul yang dibuat masa lalu dalam mencipta sejarah masa kini terkuak sudah. Perihal ungkapan perkalimat tidak lagi menjadi acuan dalam karya tulisku. Bukan jemari tangan maupun pikir yang menuntun rentetan kata demi kataku. Semua berjalan sealur dengan bias-bias naluri dan batin. Walaupun saya akui, sesekali nafas ini terengah-engah menyusun keseimbangan.

Dibawah sinar bulan yang memandang tajam ke arahku, aku semakin terlihat lusuh dalam busana. Nyali-nyali yang semula berbaris tegap, luruh dan mundur teratur. Payahnya, di titik dimana aku membutuhkan sang nyali, tak ada satu pun dari mereka yang menyurupiku. Akhirnya aku runtuh.

Ketika malam semakin dingin, gelap semakin menyeruak, waktu semakin sigrak, aku tertunduk tak bergeming duduk bersimpuh. “Ini dia saat-saat yang kutunggu-tunggu” ucapku dalam hati. Dengan penuh suka cita ku sambut malam ini dengan hati dan tutur sebersih mungkin. Ya, aku siap.

Entah apa yang membuat dunia ini berhenti berputar, suara hilang meninggalkan senyap, dan jantungku berhenti berdetak dalam hitungan sepersekian detik. Wah sulit menerjemahkannya. Seingatku, aku merasa ada kelegaan dalam himpitan, ada pencerahan dalam kegelapan, ada jalan dalam kebuntuan, ada keberanian dalam ketakutan, dan ada kawan dalam kesepian.

Intinya hidup di dunia ini butuh keselarasan, keseimbangan, dan kesabaran. Tidak ada hal, rupa, hati, raga, dan penyelesaian yang sama. Semua memiliki biliknya masing-masing. Keragaman akan menjadi pelengkap kekurangan dan keterbatasanku.

Seperti kutipan kata bijak “Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi anda harus siap menanggapinya.(Louis L’amour)”

Semua akan indah pada waktunya.

Sumber : Kompasiana