Tanah Bangunan Pondok Lama Parameter Keberhasilan

by Yg punya blog

Kediri – Pondok Pesantren Lirboyo salah satu yang tertua di Indonesia, dan hingga saat ini menjadi panutan bagi pesantren baru. Bangunan pondok lama yang ada di dalamnya hingga saat ini masih dipertahankan, dan dipercaya menjadi parameter keberhasilan pembangunan pesantren di sejumlah daerah.

Bangunan pondok lama berada di sebelah utara serambi luar Masjid Lawang Songo dan dijadikan sebagai salah satu asrama santri. Ukurannya 8 x 6 meter didalamnya terdapat 6 kamar yang berposisi saling berhadapan. Meski relatif kecil, 6 kamar tersebut saat ini dihuni sekitar 120 santri dan uniknya masih tetap tampak lapang digunakan.

Khoirul Anam, salah seorang pengurus Pondok Pesantren Lirboyo mengungkapkan, hingga saat ini banyak alumni pesantren yang ingin mendirikan pondok, membawa sedikit bekal berupa tanah di bagian bawah pondok lama.

Proses pengambilan tanah dapat dengan mudah dilakukan, karena meski secara umum bangunannya berupa tembok permanen, bagian lantainya dipertahankan berupa kayu.

“Ini bisa dibuka dan dengan mudah tanahnya bisa diambil. Biasanya memang santri mengambil ini kalau pulang, karena hampir semuanya di sini memiliki obsesi mendirikan pondok sendiri,” kata Anam sambil menunjukkan lantai kayu di pondok lama, Jumat (19/11/2010).

Untuk pemanfaatan tanah di dalam pondok lama, Anam mengungkapkan, cukup dicocokkan pada tanah di lokasi pendirian pesantren baru. Tanah yang memiliki tingkat kecocokan paling tepat, disanalah lokasi yang diyakini paling tepat untuk pendirian pesantren baru.

Kepercayaan ini sejauh ini tak hanya dijalani alumni Lirboyo, melainkan juga warga dari luar. “Banyak, dari Malang, Pasuruan bahkan sampai luar Jawa ada. Sampai sekarang juga masih dipercaya,” tuturnya.

Pondok lama juga diyakini akan menjadi tampat yang sangat asing, bagi siapa saja yang masuk ke dalamnya, tak terkecuali santri baru. “Biasanya akan bingung begitu masuk. Tapi 2 sampai 3 bulan, kalau sudah terbiasa akan bisa menerima kondisinya,” pungkas Anam.