Zawiyah Ku

Ahlan wa Sahlan

I Love Calligraphy

callygraphy

Aku cinta seni kaligrafi, aku penikmat seni kaligrafi… aku coba untuk membuatnya dan inilah hasilnya. karyaku jelek, hanya sekedar aku yang menikmati. maaf sebelumnya ini hanya sharing interest ku dengan seni kaligrafi. mohon maaf bila ada huruf atau tanda yang salah  Read the rest of this entry »

About Me

Ibadahlah dengan HATI

Habib Umar Al Hafizh Bin Syeikh Abu BakarSebutlah Salim namanya, santri di sebuah pesantren entah dimana. Pagi itu saat pelajaran di kelas pikirannya dipenuhi dengan gambaran tentang pena baru yang dibeli temannya beberapa hari lalu, maka dia yang baru mendapatkan kiriman uang dari orang tuanya berniat sekeluarnya dari kelas hari ini akan segera menuju pasar membeli barang yang sama. Ia memikirkan gerangan warna apa yang akan ia pilih dan berharap-harap harganya tidak naik sehingga ia masih memiliki kelebihan uang yang bisa dia belikan barang yang lainnya.. Read the rest of this entry »

Yaa Badrottamaami

Katakanlah adakah seseorang yang lebih hebat darinya?

Yang Allah Tuhannya membagi padanya rahmat untuk dia bagikan pada semesta?

Yang jutaan Malaikat kepadanya tak berhenti bersholawat,

matahari karena doanya tenggelam terlambat, Bulan terbelah dan  pepohonan sujud padanya?

Katakanlah adakah yang lebih indah darinya?

Alif hidungnya, nun alisnya, dan mim bibirnya Read the rest of this entry »

Selamat Datang Wahai Guru Mulia

Selamat Datang Wahai Guru Mulia pembawa semilir kelembutan.. betapa cahaya kelembutan telah kau tebarkan di sanubari ratusan muridmu di Mancanegara, dan muridmu pun telah pula membina dan memimpin ribuan bahkan puluhan ribu muslimin di belahan bumi barat dan timur, kedatanganmu adalah pelipur lara dan pelibur kesedihan bagi perjuangan murid-muridmu yang siang malam jatuh bangun memperjuangkan dakwah sang Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam. Read the rest of this entry »

Yaa Nabi nal Hadi..

Qosidah Yaa Nabi nal Hadi

 

يَانَبِيْنَا الْهَادِى الْعَدْنَانِى         #         يَاسِرَّ نُوْرِ اْلاَكْوَانِ

اعطف علي وارعانى          #         بِمَا اَتَى فِى الْقُرْاَنِ

حَبِيْبِ يَا اَبَا الزَّ هْرَاء      #         أَرْخُوْا احْظى مِنْكَ بِنَظْرَةْ

عَسَايَ أَحْظى بِالْبُشْرَى        #         أَنَالُ مِنْكَ اْلامَانِى

مَالِى سِوَاكْ يَرْحَمْ حَالِى        #         يَامُنَى رُوْحِى وَاَمَالِى

وَفِقْنِى وَاصْلِحْ اَحْوَ الِى        #         أبَا حَبِيْبِ الرَّ حْمَنِ

عَلَيْكَ يَاخَيْرَ اْلاَنَامْ               #         اَزْكَى التَّحِيَّةْ وَالسَّلاَمْ

والال والصحب الكرام         #         عَلَى مَمَرِّ اْلاَزْمَانِ

“Buncis Rebus”

Lihatlah buncis dalam periuk, betapa ia meloncat-loncat ketika dipanaskan api.
Sewaktu direbus, selalu ia timbul ke permukaan, seraya merintih tiada henti.
Sambil mengeluh, “Mengapa kau letakkan api di bawahku? Engkau telah membeliku,
mengapa kini engkau malah menyiksaku?”. Sang istri memukulnya dengan penyendok, [1]

“Nah, sekarang,” katanya, “sungguh-sungguh matanglah engkau, dan jangan meloncat lari dari
yang menyalakan api.
Tidaklah aku merebusmu karena membencimu; sebaliknya, inilah yang akan membuatmu lezat dan harum. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 97 other followers